Oma AppSheet | AppSheet Data Partition dapat kita gunakan untuk menjadi salah satu solusi mengelola database besar tanpa harus mengkhawatirkan batasan sel di Google Sheets.
Dengan menggunakan fitur ini di aplikasi AppSheet, kita dapat mengatur data hanya bagian yang relevan yang akan ditampilkan dalam aplikasi, sehingga aplikasipun juga dapat berjalan dengan cepat.

Hari ini Tanggal 22 February 2025, komunitas AppSheet Indonesia bersama dengan Ishibashi Sistem Aplikasi mengadakan diskusi via online menggunakan Google Meet.
Pada diskusi tersebut, Mas Redo Fajri mengajukan pertanyaan mengenai limitasi database di Google SpreadSheet dan Aplikasi AppSheet.
Menanggapi pertanyaan tersebut, Mas Ramli Ahmaddien menjelaskan bahwa kita tetap dapat bisa mengelola dataset yang besar menggunakan aplikasi AppSheet dengan menggunakan fitur Data Partitioning.
Dengan menggunakan fitur tersebut, data tidak dimuat secara keseluruhan melainkan data tersebut diakses sesuai dengan kebutuhan kita.
Fitur ini menjadi solusi bagi kita yang ingin tetap menggunakan aplikasi AppSheet tanpa harus berpindah ke sistem database lain yang lebih kompleks.
Apa Itu AppSheet Data Partition?
AppSheet Data Partition merupakan teknik untuk membagi database besar kedalam beberapa bagian yang lebih kecil, sehingga hanya data yang diperlukan oleh kita yang ditampilkan pada AppSheet.
Dengan menggunakan metode ini, aplikasi tetap bisa diakses dengan ringan, cepat dan tidak terbebani oleh jutaan baris data yang tidak diperlukan.
Kenapa AppSheet Data Partition Penting untuk Digunakan?
Dalam menggunakan SpreadSheet terdapat limitasi batas 10 juta sel, batasan tersebut dapat menjadi kendala kita apabila mengelola data dalam jumlah yang besar.
Selan itu, jika kita masukkan seluruh dataset dimuat kedalam AppSheet, maka waktu sinkronisasi bisa menjadi sangat lambat. Nah mengunakan AppSheet data Partition, kita dapat mengambil data yang benar-benar diperlukan, sehingga aplikasi bisa tetap diakses dengan cepat.
Bagaimana Cara Kerja AppSheet Data Partition?
Menggunakan fitur ini, memungkinkan kita untuk memisahkan data berdasarkan kondisi tertentu. Beberapa metode yang sering digunakan adalah:
- Partisi Berdasarkan Wilayah: Misalnya, setiap provinsi memiliki Sheet atau Database tersendiri, sehingga aplikasi AppSheet hanya memuat data dari provinsi yang dipilih.
- Pertisi Berdasarkan Waktu: Data yang diakses di dalam aplikasi bisa ditampilkan berdasarkan periode tertentu, Misalnya transaksi dalam 3 bulan terakhir saja.
- Partisi Berdasarkan Database Eksternal: Apabila kita menggunakan database eksternal seperti BigQuery atau SQL untuk menyimpan dataset, kita dapat menggunakan aplikasi AppSheet untuk menarik data yang sesuai dengan filter.
Dengan menggunakan AppSheet Data Partition, kita tidak hanya dapat menghemat kapasitas penyimpanan database, namun juga dapat meningkatkan efisiensi pada aplikasi tanpa harus menggunakan koding yang rumit.
Keunggulan AppSheet Data Partitioning
Menggunakan AppSheet Data Partition memberikan kita banyak benefit untuk mengelola database besar dengan lebih efisien.
Dengan fitur ini, kita bisa memastikan aplikasi dapat diakses dengan cepat, ringan dan tanpa kendala meskipun memiliki data dalam jumlah besar. Berikut beberapa keunggulan utama dari fitur AppSheet Data partitioning:
1. Mengatasi Batasan 10 Juta Sel di Google Sheets
Seperti yang kita ketahui, Google Spreadsheet memiliki batasan maksimal 10 juta baris sel per Speradsheet. Jika data yang kita punya melebihi batasan ini, maka kita harus mencari solusi lain seperti membaginya kedalam beberapa Sheets atau menggunakan database eksternal.
Dengan menggunakan AppSheet Partitioning ini, kita dapat membagi data kedalam kelompok yang seusuai dengan kebutuhan tanpa membatasi SpreadSheets.
2. Mempercepat Waktu Sinkronisasi
Semakin besar dataset yang kita gunakan di aplikasi AppSheet, maka semakin lama waktu pada proses sinkronisasi aplikasi. AppSheet Data Partition memungkinkan kita hanya mengambil data yang diperlukan, sehingga proses sinkronisasi dapat berjalan dengan cepat.
3. Mengurangi Beban Performa Aplikasi
Jika kita membuat terlalu banyak data, Aplikasi bisa berjalan dengan lambar dan kurang responsif. Dengan menggunakan AppSheet Data Partitioning ini, kita dapat mengakses sebagian data yang hanya dibutuhkan oleh kita, sehingga membuat aplikasi tetap ringan dan mudah untuk digunakan.
4. Fleksibel untuk Berbagai Jenis Data
Kita dapat membagi data kedalam beberapa kriteria, misalnya seperti lokasi, tanggal atau jenis informasi lainnya. Dengan begitu kita dapat mengelola database secara lebih dinamis sesuai dengan kebutuhan aplikasi.
5. Memungkinkan Penggunaan Database Ekternal
Selain Google SpreadSheets, AppSheet Data Partitioning juga dapat digunakan dengan database BigQuery, MySql, atau PostgreSql. Hal ini memberikan solusi untuk kita supaya lebih scalable bagi bisnis atau organisasi yang menangani data dalam jumlah besar.
Strategi Implementasi AppSheet Data Partitioning
Untuk memastikan metode AppSheet Data Partition ini berjalan dengan lancar, kita perlu untuk menerapkan strategi yang tepat. Berikut beberapa cara untuk mengimplementasikan fitur ini kedalam aplikasi AppSheet kita:
1. Partisi Berdasarkan Wilayah atau Lokasi
Apabila kita mengelola data yang tersebar di beberapa wilayah, seperti data pelanggan dari berbagai provinsi, kita bisa membagi dataset tersebut berdasarkan lokasi. Misalnya, setiap provinsi memiliki file Google Sheets atau table database tersendiri, sehingga hanya data dari provinsi yang dipilih yang dapat dimuat dalam aplikasi.
2. Partisi Berdasarkan Rentang Waktu
Banyak perusahaan atau bisnis yang memerlukan data terbaru untuk tujuan analisis dan operasional. Dengan menggunakan AppSheet Data Partition, kita dapat membatasi data yang diambil hanya dalam rentang waktu tertentu, misalnya 3 bulan terakhir atau satu tahun berjalan saja. Data yang lama tetap tersimpan di database hanya saja tidak dimuat ke dalam aplikasi kecuali dibutuhkan.
3. Partisi Dengan Menggunakan Slices di AppSheet
Silces merupakan fitur yang ada di Aplikasi AppSheet yang dapat kita gunakan untuk melakukan filter data berdasarkan kondisi tertentu. Misalnya, kita dapat membuat slice untnuk data yang relevan dengan penggunaan tertentu, sehingga tidak semua data dimuat kedalam aplikasi.
4. Partisi Dengan Database Eksternal
Ketika data yang diguakan sudah terlalu besar dan tidak memungkinkan untuk penggunaan Google SpreadSheets sebagai database penyimpanan, maka kita dapat menggunakan database eksternal seperti BigQuery, MySql, dan PostgreSql.
AppSheet Data partitioning memungkinkan aplikasi mengambil data dari sumber eksternal dengan lebih efisien, tanpa perlu memuat seluruh dataset sekaligus.
5. Menggunakan Filter Dinamis Untuk Menyesuaikan Data yang Ditampilkan
Ketimbang membuat semua data dalam satu kali proses, kita dapat membuat filter dinamis di AppSheet supaya hanya data yang sesuai dengan preferensi pengguna yang akan ditampilkan. Penggunaan ini membantu kita dalam mengoptimalkan performa pada aplikasi dan menghindari proses data yang tidak diperlukan.
Dengan menggunakan strategi yang tepat, penggunaan Partition ini bisa menjadi sebuah solusi yang berguna untuk mengelola database skala besar tanpa harus berpindah ke sistem yang lebih kompleks.
Cara Mengaktifkan & Menggunakan Data Partition di AppSheet
Setelah memperlajari konsep dan manfaat menggunakan Data partition di AppSheet, sekarang kita akan membahas bagaimana cara mengaktifkan dan menggunakannya dalam aplikasi AppSheet. Dengan langkah yang tepat, kita dapat lebih mudah mengelola database besar dengan lebih efisien tanpa membebani aplikasi.
1. Persiapan untuk Data Partitioning
Sebelum mengaktifkan AppSheet Data Partition, kita harus memastikan untuk menyiapkan database yang akan dipartisi. Berikut beberapa cara untuk mempersiapkan data:
- Menggunakan beberapa sheets dalam satu file Google SpreadSheets (misalnya: Sheet_Provinsi 1, Sheet_Provinsi2, dll.).
- Memanfaatkan beberapa file di Google Sheets secara terpisah untuk dataset yang berbeda.
- Menggunakan database eksternal seperti BigQuery atau Myql untuk menyimpan data dalam jumlah besar.
2. Membuat Aplikasi Baru atau Menggunakan Aplikasi Yang Sudah Ada
Jika sebelumnya kita sudah memiliki aplikasi AppSheet, maka kita dapat langsung membuka aplikasi tersebut melalui AppSheet editor. Jika belum, maka kita dapat membuat aplikasi baru dengan menghubungkan data dari Google Sheets atau database eksternal.
3. Mengaktifkan Data Partitioning di AppSheet
Untuk mengaktifkan data partition di aplikasi AppSheet kita dapat mengikuti langkah-langkah berikut:
- Buka Data Source
- Masuk ke tab Data di AppSheet editor.
- Pilih Tables, lalu tentukan tabel yang akan di partisi.
- Tambahkan Partisi Data
- Klik opsi Partitioning di bagian Table settings.
- Tambahkan beberapa data source berdasarkan kategori yang kita gunakan (misalnya: partisi berdasarkan provinsi atau rentang waktu).
- Gunakan Kondisi Untuk Menentukan Partisi yang Aktif
- AppSheets memungkinkan kita untuk memilih data source yang aktif berdasarkan kondisi tertentu.
- Misalnya, jika kita memiliki tabel untuk masing-masing provinsi, kita dapat menggunakan ekspresi berikut:
SWITCH([Provinsi], "Jawa Barat", "Data_JawaBarat", "Jawa Tengah", "Data_JawaTengah", "Jawa Timur", "Data_JawaTimur" )
. - Dengan ekspresi itu, AppSheet hanya akan memuat data dari provinsi yang sedang diakses oleh pengguna aplikasi.
- Simpan dan Uji Coba Aplikasi
- Setelah selesai melakukan konfigurasi, maka simpan dan lakukan uji coba dengan cara login menggunakan akun yang berbeda untuk mengubah kondisi filter.
- Kita harus memastikan aplikasi hanya memuat data yang sesuai dengan kondisi yang sudah kita tentukan.
Mengikuti langkah-langkah ini, kita bisa mengaktifkan AppSheet Data Partitioning dan meningkatkan efisiensi pada apliaksi untuk menangani data dalam jumlah besar.
Dalam pengelolaan database besar, AppSheet Data Partitioning terbukti menjadi solusi efektif untuk mengoptimalkan performa aplikasi tanpa perlu coding.
Dengan mempartisi data berdasarkan wilayah, waktu, atau kategori lainnya, kita bisa menghindari batasan spreadsheet sekaligus mempercepat proses sinkronisasi aplikasi.